“Raven, kita ada di pintu darurat,” bisik Hestia saat bibir Raven mendarat di lehernya. Mungkin dia tidak keberatan dengan lokasi tempat mereka berada. Ada kemungkinan besar mereka bisa ketahuan di sini, terutama karena di dalam sedang ada rapat dan pintu darurat sering dilewati oleh mereka yang ingin merokok di dalam perusahaan. “Raven, seseorang mungkin akan melihat kita.” “Aku tidak peduli—” Raven bergumam sebelum menggigit telinganya. “Biarkan mereka melihat, agar mereka tahu kalau kau milikku.” Wajah Hestia memerah. Membayangkan ketahuan dan status mereka diketahui saja sudah membuatnya gugup. Namun hal itu justru menambah kegembiraan yang dia rasakan. Seperti kata pepatah, sesuatu yang terlarang itu nikmat. Tentu saja apa yang mereka lakukan adalah hal terlarang di dalam perusaha

