Tidak peduli, posisi apapun yang diambil Raven, dia tidak kunjung tidur. Dia bangkit mengeliling rumah, tanpa sadar kakinya membawanya ke kamar tamu tempat di mana Hestia menginap semalam. Dia menatap kamar tidur yang kosong itu, sama seperti sebelum dia bertemu dengan sekretarisnya. Dia bertanya-tanya, apa Hestia sudah menemukan apartement? Dia ingat penampilan sang sekretaris malam itu saat dia pergi menjemputnya. Duduk sambil memeluk lutut di pinggir jalan. Dia ingait apa yang dikatakannya, jika Hestia tidak memiliki siapapun untuk dimintai tolong. Dan tiba-tiba dia merasa jika Hestia tidak membutuhkan bantuannya lagi. “Apa dia baik-baik saja di tempat tinggalnya?” tanyanya teringat akan Hestia. Secepat mungkin dia mengelengkan kepala berusaha menyingkirkan pikiran tentang Hestia da

