Buka puasa pertama bagi keluarga kecil Richard, keluarga kecil itu duduk berhadapan dimeja makan tanpa Ara tentunya karena Ara masih sangat kecil. Revan menatap menu takjil dihadapannya dengan mata yang berbinar-binar, rasanya tak sabar mencicipi es buah yang terlihat begitu menggiurkan dimata. Detik-detik adzan maghrib akan berkumandang, senja sore telah menampakkan sinarnya sedari tadi. Hari sebentar lagi gelap, cahaya bintang akan menghiasi langit untuk menggantikan sinar matahari. "Bunda, sudah boleh buka belum?" Nasywa tersenyum mendengar pertanyaan Revan yang kesekian kalinya. "Sebentar la-..." "Allahuakbar... Allahuakbar..." Nasywa belum menyelesaikan ucapannya, sudah terdengar adzan maghrib yang berkumandang. "Nah sekarang Revan sudah boleh makan dan minum." Revan tersenyum leb

