25

3384 Kata

Alana. "Jadi apa yang mau kau bicarakan?" Ujarku kikuk saat masuk ke dalam rumah bersamaan dengan Ashok yang mengikuti dari belakang. "Dan bagaimana kau bisa tahu rumahku?" Dia seperti biasa memakai jas dan kemeja, khas-nya. Ashok memasukan tangannya ke saku celana dengan begitu tenang. "Aku memiliki banyak orang suruhan yang dapat menemukan apapun dengan sangat mudah. Termasuk rumahmu." Aku mengangguk dan mempersilahkannya duduk di ruang tengah. "Jadi kau mau minum apa? Kopi, teh atau wine?" Tanyaku. Ashok menggeleng sambil menyilangkan satu kakinya. "Cukup ganti bajumu dan kita akan pergi." Keningku berkerut bingung. "Kemana?" "Besok kalian akan menemui Elliot. Aku akan membawa mu berlatih menembak agar dapat menjaga diri," ujarnya. Aku lalu mengangguk lagi. "Baiklah. Aku akan gan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN