Alana membuka matanya perlahan. Mengerjapkannya berkali-kali sampai benar-benar terbuka. Hal yang pertama ada di pandangannya adalah d**a bidang seorang pria. Tapi jelas itu bukan milik Louis, kekasihnya. Alana menghela nafas ketika teringat apa yang telah dilakukannya semalam. "Kau sudah bangun?" Tanya Ashok lembut. Alana langsung mendongak. Dia tersenyum kikuk karna berada dalam pelukan pria itu. Alana mengangguk. "Kau sudah bangun daritadi?" Tanya Alana berbasa-basi. "Ya," jawab Ashok singkat sambil terus menatap wajah Alana. Alana mengerutkan keningnya. "Kau memerhatikanku tidur?" Ashok tersenyum simpul. "Sedikit," ujar Ashok sambil membuat lingkaran kecil dengan ibu jari dan telunjuknya. Alana tertawa. "Terima kasih telah membawaku ke kamar," ujarnya. "Maaf telah membuatmu kele

