36

4653 Kata

3 Bulan Kemudian. Zach keluar dari kamar setelah memakai jaket kulitnya dan menggantungkan kaca mata hitam di leher kausnya. Louis telah berada di ruang tv sambil berbaring di sofa. Dia menggangti channel berkali-kali untuk menghilangkan kebosanan. Louis melirik ke arah adiknya yang sudah rapi dan wangi. Dia memincingkan matanya. "Mau kemana adik kecil ku pagi-pagi seperti ini?" Tanya nya. Zach memutar bola matanya. "Jadwal tahunan. Rapat dan pesta pendiri kota." Louis mengangguk. "Oh ya aku ingat hal membosankan itu. Jadi kau kesana?" Zach mengedikan bahu sambil merentangkan kedua tangan. "Tidak ada pilihan lain karna kakakku pasti tidak mau ke sana," sarkas Zach. "Benar sekali. Lagipula kita selalu mengirimkan dana untuk sekolah dan rumah sakit di sana kan? Untuk apalagi kita ke sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN