Alana terbangun dari tidurnya. Dia mengerjapkan mata berkali-kali agar benar-benar terjaga. Alana menggeliat merenggangkan otot-otonya yang pegal. Sebuah lengan memeluknya dari belakang. Dia mengelus lembut tangan tersebut. Sang pemilik masih tertidur pulas di balik selimut. Gadis itu berbalik dan menatap Louis yang memejamkan mata. Alana membelai rambut hitam Louis perlahan dan menyusuri wajah pria itu. Louis tidur dengan begitu pulas karna ada Alana dalam pelukannya. Kemudian tangan Alana meraba meja kecil yang berada di samping tempat tidur untuk mengambil ponselnya. Ada dua puluh panggilan tidak terjawab dan beberapa pesan masuk di sana. Tertera nama Marie di layar. Alana mengerutkan kening karna bingung dan memutuskan untuk membuka salah satu pesan dari sahabatnya itu. Kau dimana? A

