Happy

1977 Kata

Merry mengerutkan dahinya saat merasakan wajahnya dikecupi dengan brutal. Perlahan matanya terbuka dan kesadarannya langsung pulih melihat pemandangan di hadapannya ini. Dia baru saja bangun dan harus menerima perlakuan Franklin yang menurutnya menggelikan. "Hei udah bangun hmm." Merry mengerjapkan matanya sekali lagi. Dan benar saja kalau lelaki dihadapannya ini tengah menciumi wajahnya berulang kali. Pipi, mata, hidung, dahi dan terakhir bibir, semuanya sudah disentuh oleh bibir Franklin. Dan bukan hanya itu saja, Franklin memeluknya erat membuat Merry tidak bisa bergerak. "Ih berhenti, lo bau rokok ewh." Franklin tersenyum saat Merry menutupi wajahnya sendiri karena malu. Franklin hanya diam memandangi gadis yang ada dihadapannya ini. "Gimana kabar lo?" Merry menyingkirkan tangann

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN