Part 27 Seekor buaya putih dengan ukuran super besar membuat nyali Mila menciut. Mila menutup mata dengan kedua telapak tangannya. Segera Mila berlari kembali ke kamar memeluk Dyah. Haruskah Mila bilang kepada ibunya, sementara Dyah memejamkan matanya berusaha menetralisir rasa sakit di tenggorokannya. Air mata Mila banjir, ia usap berkali-kali membayangkan apa yang sedang di hadapi bapaknya di belakang sana. Jantung Mila berdetak kencang. Tak terasa ia pun terisak. Apa aku ini anak pembawa sial. Andai aku mati mungkin orang tuaku tidak harus mengalami semua ini. Tiba-tiba pikiran kotor merasuki pikiran Mila. Entah itu pikiran dari mana, yang pasti Mila ingin enyah dari dunia saja. Tak, tahan melihat ibu dan bapaknya seperti itu terus menerus. Kalau aku mati, bisa jadi semua penderitaa

