Part 29 Sampai di rumah Abi kembali ke raganya, saat ia berbalik, ia di kejutkan dengan ceceran darah yang begitu banyak. "Astagfirullah, darah apa ini!" Abi memeriksanya, darah beneran. Bukan gangguan demit. Bercak darah itu menuju ke kamar. Milaa! Dyah! Abi berlari ke kamar. Mila sudah menangis kejer melihat Dyah pendarahan hebat. Usia kandungan Dyah memasuki bulan ke delapan. Daster Dyah sudah penuh dengan darah. Dyah tidak berani memegang perutnya, siapa tahu bayinya masih bisa di selamatkan. Tidak ada siapapun yang bisa di mintai tolong. Mungkin dulu Sulis dan Harun masih bisa mereka andalkan. Tapi, sekarang? Tak ada siapapun, hari juga sudah malam. "Astagfirullahaladzim, Dik! Kenapa bisa begini?" "Perutku tiba-tiba sakit, dan ... semua terjadi begitu cepat Mas." "Baik, kamu

