Chapter 54

1360 Kata

Part 55 Dalam tidurnya sayup Bahrul mendengar suara dua orang sedang berdiskusi. "Bagaimana kalau kita jadikan Bahrul sebagai tumbal!" Bahrul memasang telinganya baik-baik. Suara siapa itu, sebaiknya dia dan Dimas terus waspada. Lantunan doa Bahrul baca dalam hati. Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Bahrul melirik jam weker. Pukul setengah tiga dini hari. Dimas terlihat tidak nyenyak, sesekali ia memeriksa Ayu di kamarnya. Lalu kembali memejamkan mata. Bahrul tahu, Dimas pasti terus-terusan berdzikir. Sama halnya dengan yang ia lakukan. Aktifitas di rumah Dimas cukup aktif, apalagi di kamar atas. Bahrul mampu merasakannya. Pukul empat dini hari. Dimas sudah bangun, ia merengangkan otot punggungnya. Bahrul masih tertidur, Dimas membuka pintu kemudian ia keluar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN