Part 59 Kak Dimas! Mila! Mereka berdua sama-sama mematung. Tak ada satu kata pun terucap. Hanya sorot mata yang saling beradu memancarkan rindu. Ada rasa bahagia yang begitu hebat. Sesaat Mila melupakan cincin yang tersemat di jari manisnya. "Mil!" Ummi mengagetkan mereka berdua. Dimas menoleh cepat. Pandangan Ummi tampak berbeda. "Em ... kenalkan saya Akbar, temannya Mila!" kata Dimas memecah kesunyian. "Oh ... temanya Mila?" "I-iya, Mi!" jawab Mila gagu. Ia memandamg Dimas, Akbar? Akbar siapa? Mungkinkah Dimas dengan sengaja menyamarkan namanya? "Kamu pemilik toko baju ini, Nak?" "Bukan, Mi. Saya cuma kerja saja." "Baju-bajunya bagus. Ummi suka model dan bahanya. Kayaknya nanti Ummi nggak perlu pusing buat cari seserahan buat Mila di sini!" "Seserahan Mi?" tanya Dimas. "Iya,

