Jere berdiri di depan gerbang utama sekolah Jessie menunggu kepulangan putri sematawayang nya itu. Jere melihat arloji di tangan nya yang menunjukkan pukul dua belas lewat lima belas menit yang artinya sepuluh menit lagi Jessie akan keluar dari kelas nya. “Mas Lion?” Jere membalikkan tubuh setelah mendengar seseorang memanggil nama nya. Tampak Jamal tersenyum sambil menjulurkan tangan ke depan berniat menjabat tangan Jere. “Pak Jamal, apa kabar?” tanya Jere langsung memeluk Jamal tanpa membalas jabat tangan pria paruh baya itu. “Baik, Nak,” jawab Jamal. Namun fokus Jere sudah terganti melihat seseorang yang baru datang dan berdiri di belakang Jamal. Beberapa saat mereka saling menatap sampai Jere memutuskan menjulurkan tangan ke hadapan Jasmine berharap gadis itu mau membalas jabat

