Jessie terlelap di pangkuan Jere setelah kelelahan menangis dalam waktu yang lama. Hal itu membuat Jere memutuskan membawa Jessie ke rumah nya agar memberi tempat nyaman bagi putrinya beristirahat. “Pak Jamal masih ikutin nggak, Yon?” “Masih, Bos.” Jere hanya mengangguk kembali melanjutkan kegiatannya menatap wajah damai Jessie yang tertidur, dengan senyum yang tidak pernah pudar. Rasa bahagia dalam diri Jere tidak bisa dibandingkan dengan apapun saat ini. Bisa memeluk putri nya yang tertidur secara langsung. “Bos kamar Jessie yang di apartemen udah selesai.” “Kok lo tahu?” “Gue minta semua kerjaan dan kegiatan lo selama di sini sama Joe.” “Kalau gitu kita ke apartemen, aja.” “Lo denger kan, Jo.” “Iya, Bos.” Joe membalas perkataan Lion tanpa menatapnya. “Mantap.” “Kamar tamu

