Pintu balkon rumah kayu itu tetap terbuka lebar, membiarkan angin laut masuk tanpa hambatan. Elena duduk di lantai kayu yang masih menyisakan aroma vernis baru. Di pangkuannya, kotak logam usang itu sudah terbuka. Ia tidak lagi merasakan getaran ketakutan saat melihat ukiran nama keluarga di sisinya. Nama-nama seperti Valente, Valerius, bahkan ALvaro yang dulu membuatnya merasa tercekik, kini terdengar seperti nama-nama biasa di dalam peta. Trauma itu tidak hilang, tapi ia sudah memiliki kendali penuh atas bagaimana nama-nama itu memengaruhi detak jantungnya. Elena meraba permukaan kotak itu. Ia menyadari bahwa kekuatannya saat ini tidak lahir dari kemewahan yang diberikan Dante atau perlindungan yang ditawarkan Andrew. Kekuatannya ditempa dari setiap kebohongan yang ia bongkar
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


