Bau besi bercampur darah segar mulai memenuhi hidungnya. Elena merasa tubuhnya terhimpit logam panas. Kepalanya menghantam sesuatu yang keras, dan pandangannya mulai memerah. Di detik-detik terakhir sebelum semuanya menjadi gelap total, ia mendengar suara pria itu memanggil namanya dengan nada yang sanggup menghancurkan hati siapa pun yang mendengarnya. "Elena! Jangan pergi!" Elena tersentak bangun dengan napas memburu dan keringat dingin yang membanjiri tubuhnya. Ia terduduk di tempat tidur, mencengkeram dadanya yang terasa sesak. Jantungnya berdegup begitu kencang hingga telinganya berdenging. Matahari sudah mulai terbenam, memberikan warna oranye yang suram di dalam kamarnya. Ia masih bisa merasakan sensasi tangan yang mencoba meraihnya di dalam mimpi itu. Hangat, nyata, dan pe

