Dante kembali mendekat, kali ini ia menumpukan kedua tangannya di meja, mengurung Elena di antara lengannya. Aroma alkohol dan amarah menguar dari tubuhnya. Dante menatap Elena seolah ingin melubangi memori yang tertutup rapat di kepala istrinya itu. "Apa yang dia bisikkan padamu?" tuntut Dante. "Katakan padaku, Elena!" Elena menelan ludah. Ia teringat bisikan Andrew yang mengatakan bahwa kalung itu sudah kembali ke pemiliknya. Namun, ia merasa ada badai besar di balik wajah Dante. “Dia tidak mengatakan apa-apa yang penting." ucap Elena akhirnya. "Bohong," desis Dante. Ia meraih tangan Elena, merasakan denyut nadi istrinya yang berdetak sangat kencang. "Nadimu berpacu, Elena. Kau ketakutan. Atau kau sedang menyembunyikan sesuatu yang manis tentangnya?" "Hentikan, Dante! Kau me

