Pintu ruang rapat utama di lantai paling atas menara Valerius terbuka dengan bunyi yang berat. Dante melangkah masuk dengan setelan jas hitam yang masih tampak sempurna namun wajahnya tidak bisa menyembunyikan kelelahan. Di dalam ruangan sudah duduk dua belas anggota dewan direksi. Mereka tidak berdiri untuk menyambutnya seperti biasa. Suasana di sana terasa sangat dingin dan formal. Tidak ada kopi atau makanan ringan di atas meja. Yang ada hanyalah tumpukan dokumen audit dan map berwarna merah di depan masing masing kursi. Dante menarik kursi di ujung meja yang merupakan posisi untuk pemimpin perusahaan. Sebelum ia sempat duduk salah satu direktur senior bernama Graham mengangkat tangan. Graham adalah pria tua yang sudah mengabdi sejak zaman kakek Dante. "Duduklah di kursi sam

