"Ke mana Nona?" tanya sopir taksi itu sambil memasukkan koper ke bagasi. "Ke stasiun pusat," jawab Elena. Selama perjalanan Elena menatap jalanan Velmora yang mulai sibuk dengan pembangunan gedung baru. Ia melihat namanya terpampang di beberapa papan proyek sebagai pemilik lahan. Ia merasa bangga dengan pencapaian itu tetapi ia juga merasa lelah. Ia menyadari bahwa ia baru saja keluar dari satu sangkar emas ke sangkar emas lainnya yang ia buat sendiri. Dua tahun ia kehilangan waktu untuk mengenal siapa Elena sebenarnya. Ia terlalu sibuk menjadi korban lalu menjadi pejuang. Sekarang ia hanya ingin menjadi manusia biasa yang bisa berjalan di bawah sinar matahari tanpa memikirkan saham atau dendam. Elena sampai di stasiun pusat yang dipenuhi oleh orang-orang yang sedang terburu-buru

