Perjalanan ke rumah orang tua ku hanya memakan waktu singkat, meskipun jarak yang memisahkan kami lebih dari sembilan puluh mil. Aku bahkan tidak punya waktu untuk memikirkan apa yang akan kukatakan kepada mereka. Aku memutuskan untuk tidak membuat Ibu kesal lagi dan hanya menuruti kebohongan yang Raphael kemukakan. Aku parkir di jalan masuk dan keluar dari mobil. “Kamu menghilang selama sebulan dan kembali dengan mobil seperti itu? Berapa mereka membayar mu di sana?” Aku mendengar suara ayahku. “Selamat datang di rumah, sayang,” katanya sambil memelukku erat. "Hai ayah. Itu mobil perusahaan,” jelas ku sambil membalas pelukannya. "Aku merindukanmu." Merasakan kehangatannya dan mendengar suaranya yang begitu penuh cinta membuat mataku kembali berair. Tiba-tiba aku merasa seperti gadis k

