Aku membuka mataku. Matahari bersinar sangat terang sehingga aku hampir tidak bisa melihat. Aku mengangkat tangan untuk menutup mata dan secara tidak sengaja menyentak selang infus. Apa ini? Segera setelah mataku terbiasa dengan cahaya, aku melihat sekeliling dengan cermat. Semua peralatan di sekitarku menandakan aku berada di rumah sakit. Apa yang sudah terjadi? Lalu aku tersadar, Raphael adalah jantungku mulai berdebar kencang, dan semua perangkat di sekitarku mulai berbunyi. Seorang dokter muncul di ruangan itu, diikuti oleh seorang perawat dan Brian. Aku memperhatikan asisten muda ku dan mulai menangis. Didera oleh isak tangis yang hebat, aku tidak dapat mengucapkan sepatah kata pun. Aku terbatuk, tergagap, dan tersedak, sambil melambaikan tanganku dengan panik. Pintu terbuka dan ses

