Dia Kembali

1668 Kata

Aku muntah cukup lama hingga perutku benar-benar kosong. Aku muak dengan hari itu dan percakapan itu. Aku meninggalkan kamar mandi dan mencoba memakai sepatuku. "Aku pulang," seruku sambil memasukkan kakiku ke dalam stiletto. "Tidak akan terjadi. Kamu tidak boleh pergi seperti itu,” katanya sambil merampas tasku dari tanganku. “Alvaro kumohon!” Aku menjadi tidak sabar. "Aku ingin pulang ke rumah." “Baiklah, tapi izinkan aku mengantarmu.” Dia tidak akan menerima penolakan ku. Kami keluar dari garasi dan dia menoleh ke arahku, sebuah pertanyaan diam di matanya. Benar, dia tidak tahu alamat baruku. “Belok kiri,” gumamku sambil melambaikan tangan. “Kalau begitu, ke kanan dan lurus ke depan.” Sepuluh menit kemudian, kami tiba. “Terima kasih,” kataku sambil meraih pegangan pintu, tapi pi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN