Setelah mengetahui bahwa Fajar dan Tegar terlibat dalam bisnis ilegal di luar sekolah, Nathan merasa khawatir. Meskipun mereka bertiga dekat, Nathan tidak ingin terlibat dalam kegiatan ilegal seperti itu. Ia juga merasa bahwa keberadaan bisnis itu dapat membahayakan kelas teknik sipil dan sekolah secara keseluruhan.
Nathan memutuskan untuk mencari cara untuk menghentikan bisnis Fajar dan Tegar. Ia mulai mempelajari lebih dalam tentang bisnis ilegal tersebut dan mencari informasi yang bisa membantu. Salah satu informan yang membantunya adalah seorang pelajar senior yang pernah terlibat dalam bisnis serupa.
Dalam waktu yang tidak terlalu lama, Nathan berhasil mengumpulkan cukup banyak informasi tentang bisnis ilegal Fajar dan Tegar, termasuk barang yang mereka jual dan tempat-tempat transaksi yang biasa mereka gunakan. Nathan merasa yakin bahwa ia dapat menghentikan bisnis itu dan mengembalikan kelas teknik sipil ke arah yang benar.
Nathan memutuskan untuk bekerja sama dengan Rizky dan Dinda untuk menghentikan bisnis Fajar dan Tegar. Mereka sepakat untuk bekerja dalam kegiatan sosial di luar sekolah sebagai kedok untuk menyelidiki lebih dalam tentang bisnis ilegal tersebut. Selain itu, Nathan juga memutuskan untuk menghubungi pihak berwenang untuk melaporkan aktivitas ilegal yang dilakukan oleh Fajar dan Tegar.
Dalam sebuah operasi rahasia yang mereka rencanakan, Nathan, Rizky, dan Dinda berhasil mengumpulkan bukti-bukti yang cukup untuk membongkar bisnis ilegal Fajar dan Tegar. Mereka melaporkan ke pihak berwenang dan berhasil menghentikan bisnis ilegal tersebut.
Akibat dari pengungkapan kegiatan ilegal Fajar dan Tegar, kelas teknik sipil menjadi terkenal sebagai kelas yang memiliki nilai moral yang tinggi dan disiplin yang kuat. Hal ini juga membuat Nathan, Rizky, dan Dinda dihormati oleh siswa-siswa di sekolah dan menjadi panutan bagi kelas-kelas teknik lainnya. Mereka berharap bahwa kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi semua orang bahwa segala tindakan yang dilakukan akan berdampak pada diri sendiri dan orang lain di sekitar kita.
Fajar mengetahui bahwa Nathan dan anak teknik sipil lain ingin menghancurkan bisnis mereka,fajar mengumpulkan pasukan teknik elektro untuk menyerang teknik sipil yang berakhir kekalahan buatkan dialog dan alur yang rinci dan panjang mengikuti cerita sebelumnya
Setelah mengetahui rencana Nathan dan teman-temannya, Fajar merasa terancam dan tidak tinggal diam. Ia langsung mengumpulkan pasukan dari anak-anak teknik elektro untuk menyerang teknik sipil. Rencana ini didiskusikan bersama Tegar yang sepakat untuk melaksanakan aksi tersebut.
Fajar: "Kalian semua sudah tahu rencana kita. Kita akan menyerang teknik sipil dan menghentikan usaha mereka. Jangan takut dan jangan ragu untuk bertindak!"
Tegar: "Sekarang waktunya kita bertindak! Kita harus mengambil tindakan sekarang sebelum mereka menghancurkan bisnis kita!"
Beberapa anak dari teknik elektro merasa ragu dan takut untuk melaksanakan rencana tersebut. Namun, Fajar dan Tegar berhasil meyakinkan mereka dengan janji-janji yang menarik.
Fajar: "Jangan khawatir, kita sudah merencanakan semuanya dengan matang. Kita akan memenangkan pertarungan ini dan menghentikan bisnis mereka."
Tegar: "Kita akan menjadi yang terkuat di sekolah ini! Kita akan menjadi penguasa di sini!"
Pertarungan antara teknik sipil dan teknik elektro terjadi dengan sengit. Namun, kekuatan teknik sipil ternyata lebih besar dan mereka berhasil mengalahkan anak-anak teknik elektro. Fajar dan Tegar merasa kecewa dengan hasil ini.
Fajar: "Ini tidak mungkin terjadi! Bagaimana bisa kita kalah?"
Tegar: "Ini pasti karena ada yang salah dengan rencana kita. Kita harus mencari tahu apa yang salah dan memperbaikinya!"
Nathan dan teman-temannya yang merupakan anak-anak teknik sipil merasa marah dengan kejadian ini. Mereka merasa terhina dan ingin membalas dendam atas serangan yang telah dilakukan oleh anak-anak teknik elektro.
Nathan: Kalian semua tau kan apa yang terjadi kemarin?
Rizky: Iya, kita diserang anak-anak teknik elektro.
Dinda: Sungguh menyedihkan, kita harus membalas dendam!
Nathan: Tapi bagaimana caranya kita bisa membalas dendam? Kita tidak mungkin melakukan serangan balik seperti yang mereka lakukan.
Rizky: Kita bisa melaporkan kejadian ini ke pihak sekolah. Mereka tidak boleh bertindak semena-mena seperti itu.
Dinda: Tapi apakah pihak sekolah akan mengambil tindakan yang tepat? Mereka juga bisa saja memihak pada teknik elektro karena mereka memiliki prestasi yang lebih baik.
Nathan: Kita harus mencari cara lain. Ada yang bisa memberikan ide?
Rizky: Bagaimana kalau kita mengumpulkan bukti-bukti bahwa mereka melakukan bisnis ilegal?
Dinda: Tapi bagaimana kita bisa mendapatkan bukti-bukti itu?
Nathan: Kita bisa memantau gerak-gerik mereka dan merekamnya. Kemudian kita bisa menyerahkan bukti-bukti tersebut ke pihak berwenang.
Rizky: Tapi itu membutuhkan waktu yang cukup lama. Bagaimana kalau kita mencoba membocorkan informasi tentang bisnis mereka ke pihak sekolah atau bahkan ke polisi?
Dinda: Ide bagus! Kita bisa mencari informasi dari orang-orang yang mungkin tahu tentang bisnis mereka.
Nathan: Tapi kita harus hati-hati. Jangan sampai kita terbongkar dan mereka justru menyerang kita lagi.
Rizky: Kita akan merencanakan semuanya dengan matang. Kita harus membalas dendam dan menghentikan bisnis ilegal mereka agar tidak merugikan orang lain lagi.
Dinda: Benar sekali! Kita harus berjuang bersama untuk keadilan.
Nathan: Ayo kita mulai merencanakan langkah-langkah kita selanjutnya. Kita harus menghentikan bisnis ilegal mereka secepatnya!
Dalam waktu yang tidak terlalu lama, Nathan berhasil mengumpulkan cukup banyak informasi tentang bisnis ilegal Fajar dan Tegar, termasuk barang yang mereka jual dan tempat-tempat transaksi yang biasa mereka gunakan. Nathan merasa yakin bahwa ia dapat menghentikan bisnis itu dan mengembalikan kelas teknik sipil ke arah yang benar.
Nathan memutuskan untuk bekerja sama dengan Rizky dan Dinda untuk menghentikan bisnis Fajar dan Tegar. Mereka sepakat untuk bekerja dalam kegiatan sosial di luar sekolah sebagai kedok untuk menyelidiki lebih dalam tentang bisnis ilegal tersebut. Selain itu, Nathan juga memutuskan untuk menghubungi pihak berwenang untuk melaporkan aktivitas ilegal yang dilakukan oleh Fajar dan Tegar.
Dalam sebuah operasi rahasia yang mereka rencanakan, Nathan, Rizky, dan Dinda berhasil mengumpulkan bukti-bukti yang cukup untuk membongkar bisnis ilegal Fajar dan Tegar. Mereka melaporkan ke pihak berwenang dan berhasil menghentikan bisnis ilegal tersebut.
Akibat dari pengungkapan kegiatan ilegal Fajar dan Tegar, kelas teknik sipil menjadi terkenal sebagai kelas yang memiliki nilai moral yang tinggi dan disiplin yang kuat. Hal ini juga membuat Nathan, Rizky, dan Dinda dihormati oleh siswa-siswa di sekolah dan menjadi panutan bagi kelas-kelas teknik lainnya. Mereka berharap bahwa kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi semua orang bahwa segala tindakan yang dilakukan akan berdampak pada diri sendiri dan orang lain di sekitar kita.