Gadis cantik itu makin memerhatikan Xavier, ketika lelaki itu menarik lengan bajunya hingga sebatas siku dan jelas itu memperlaihatkan tatonya yang berbentuk bunga mawar. Walaupun dari jarak kejauhan, tapi Arabelle bisa melihatnya dengan jelas kalau gambar dari tato adalah bunga mawar. “Mawar ?” gumamnya. “Ara.” Panggilan seseorang yang berada dibelakangnya membuat Arabelle pun terkejut, ia segera menoleh dan ternyat itu sang Mamah. “Ngapain kamu ngintipin Pak Xavier, nggak sopan tau. Udah sana kamu kembali ke ruang tengah.” Ujarnya. “Pak Xavier kok kesini nggak nagajak kak Xena.” “Ya mana Mamah tahu, mungkin dia ingin membicarakan hal lain dengan Papahmu.” Arabelle berpikir sejenak. “Hal lain apa, Pah? Soal kerjaan? Tapi kan bukannya selama ini dia tidak pernah kesini untuk membi

