Episode 46

2764 Kata

"Aiza." "Hm." "Kota yang kamu suka apa?" "Tidak ada." "Kenapa tidak ada?" "Aku tidak tahu." "Kamu yakin tidak ada? Ah atau begini. Kota yang menurut kamu indah." "Banyak." "Salah satu nya?" Aiza terlihat berpikir sejenak. Sebenarnya tubuhnya terasa sangat lelah apalagi selama beberapa hari ini ia di sibukkan dengan segala urusan tentang Arvino dan kesembuhannya meskipun ia tidak mengeluhkan sama sekali. Manusia tetaplah seorang manusia yang bukan tenaga robot sehingga ada kalanya merasa lelah. "Bali." "Bali?" "Hm." "Kenapa Bali?" "Indah." "Alasannya?" "Karena Allah sudah menciptakannya makanya indah." "Ah gitu ya." Arvino menganggukkan kepalanya sambil bersandar disebuah sofa ruangan rumah sakit sembari menunggu dokter Rama kembali visit ketika jam menunjukan pukul 08.00 p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN