Amira mencoba membuka matanya yang lengket, itu terjadi karena ia terlalu banyak mengeluarkan air matanya. Matanya pun menyipit dengan hidung yang memerah. Kepalanya terasa pusing. Amira merasakan sebuah tangan melingkar di perutnya, itu pasti Kemal. Suaminya ikut tertidur di sampingnya. Amira mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah Kemal. Dari sudut matanya keluar air mata. Amira tahu Kemal pun merasa hancur mengetahui kenyataan dirinya yang ternyata tidak hamil. Bukan tidak hamil, tapi embrionya tidak berkembang menjadi janin. Mengingat itu semua Amira kembali menyusupkan wajahnya pada d**a bidang suaminya. Menangis pelan dengan terisak. Kemal yang mendengar isakan pelan dan kemejanya yang basah akhirnya terbangun. "Hey, Sayang. Liat Aa." Pintanya dengan merenggangkan pelukannya.

