Di tempat Amira disekap, gadis itu sedang memakan sarapannya. Sebungkus nasi uduk, tempe orek dan juga bakwan menjadi pelengkapnya. Ia tetap mensyukuri hal itu, karena bagaimanapun mereka hanya menyekapnya tanpa menyiksa fisiknya. "Sebenarnya apa tujuan kalian menculik saya?" tanyanya setelah menelan suapan terakhir yang di berikan salah satu penculik itu. "Lo banyak tanya! Nikmatin aja sih, toh kita juga gak nyiksa lo, 'kan? Kita cuma mau gagalin rencana pernikahan lo sama Kemal." jawabnya dengan kesal. "Maaf ya, bukannya sombong. Tapi kalo emang kalian dibayar, kalian dibayar berapa? Biar saya kasih tiga kali lipatnya bila perlu." Amira masih mencoba bernegosiasi dengan mereka. "Gue gak butuh duit lo! Udah mendingan lo tidur dan jangan banyak tanya apalagi tawar menawar," tegasnya da

