Wajah Kemal begitu cerah secerah matahari pagi yang bersinar, begitupun Amira yang tersenyum bahagia melihat wajah suaminya yang nampak jelas penuh kebahagiaan. Ya, walaupun ia akui jika di pagi hari tenaga Kemal memang seperti meningkat, sehingga memerlukan waktu yang lebih lama lagi untuk mencapai puncak yang mereka kejar. Setelah mandi wajib dan melaksanakan sholat subuh berjamaah, dengan dilanjutkan Amira yang membaca Alquran dan Kemal yang mendengarkan, dan sesekali mengoreksi jika ada bacaan Amira yang keliru, hingga waktunya mereka turun untuk sarapan, karena Kemal melarang Amira untuk turun membantu membuat sarapan. Mereka berdua turun ke bawah untuk sarapan bersama yang lainnya. "Sakit yah?" Kemal yang melihat istrinya berjalan dengan sedikit merapatkan kedua pahanya mengerti

