Hembusan angin malam lebih terasa dingin karena pasangan halal itu berada diatas bukit. Setelah tadi mereka bergembira dengan bernyanyi bersama. Bima turun setelah Amira dan Kemal bernyanyi karena mendapatkan telpon dari seseorang. Amira merapatkan Coatnya untuk menghalau rasa dingin yang menembus pakaiannya. Kemal bergeser lebih mendekatkan diri pada Amira, memeluknya kembali dari belakang untuk memberikan kehangatan pada istrinya. "Indah ya?" tanya Amira yang kembali menyandarkan tubuhnya pada tubuh Kemal. Posisi mereka begitu mesra, dengan Amira yang berada di kedua kaki Kemal yang berselonjor, karena mereka berdua duduk lesehan dengan tubuh Kemal yang bersandar pada pagar besi. "Maha besar Allah dengan segala keagungan-Nya. Karena sehebat apapun manusia menciptakan replikanya,

