Raka menutup mulutnya tidak percaya. Katanya Gadis itu butuh waktu lima hari untuk memikirkan keputusan. Namun barusan mengatakan akan memberitahu keputusannya sekarang. Dengan antusias, dia berlari menelusuri lorong apartemen, tidak sabar untuk mendengar apa keputusan Gadis itu. Sampai di dekat motor, ia berhenti. Tangan yang tadinya mengepal, kini terbuka untuk melihat kalung yang dia berikan waktu itu. Senyumnya perlahan terbit. Kalung ini, bakal terpasang di leher lo lagi, Ches, batinnya. Raka memakai helm sebelum akhirnya pergi meninggalkan apartemennya yang ternyata belum dikunci. Belasan menit, dia akhirnya sampai di depan sebuah rumah. Ia mendapati Bi Rahayu tengah berdiri di depan pintu dengan raut gusar. Raka berusaha mengabaikan itu. Dia yakin tidak ada hal buruk yang terja

