132. Detik-detik

2019 Kata

Suara asing itu… tidak tahu kenapa, membuat Chess merasa dejavu. Kepalanya menengok ke belakang, melihat seorang laki-laki tegap sekaligus tinggi dengan pakaian yang begitu rapi. Jangan lupakan senyumnya yang membuat Chesa semakin merasa tak asing. Ayah Kayana… kenapa sangat mirip dengan mendiang Ayahnya? Dia tidak salah lihat, kan? Chesa mencubit telapak tangannya sendiri. Sakit. Berarti ini tidak mimpi! Tapi mengapa bisa mirip? Ah, tidak-tidak. Tak mungkin Ayahnya reinkarnasi secepat ini karena hal itu terdengar tidak masuk akal. Hari itu dia menyaksikan pemakaman Ayahnya dengan kedua matanya sendiri. "Na, Ayah rindu sama kamu. Kemana aja kamu setengah tahun ini?" Cakra membawa Chesa ke dalam pelukannya. Gadis itu diam. Tidak memberi respons apapun. Dia masih syok den

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN