Chapter 77: Hukuman

1472 Kata

Satu cambukan menimpa lagi di punggung Chesa. Gadis itu tidak tahan dengan rasa sakit yang menjalar. Air matanya lolos begitu saja. "Jawab! Saya sudah mengizinkan kamu pergi, tapi bukan berarti kamu boleh pergi ke tempat yang tidak baik! Kamu bikin malu saya!" "I--ibu... Dengerin aku..." isak Chesa. Lengannya berusaha meraih telapak kaki Rumaisa, tapi dengan sengaja Rumaisa malah melayangkan rotan tepat di punggung tangan Chesa. Mata hati Rumaisa sudah tertutup. Beberapa kali dia mencambuk putri kandungnya sendiri. Kecewa? Sudah jelas. Inilah hukuman yang ia berikan. Tidak ada kata ampun. Anak itu sudah membuat malu dirinya. Asal kalian tahu. Kemarin ada acara makan malam untuk pertemuan dengan keluarga yang menjalin hubungan perusahaan dengan Suaminya. Mereka menanyakan keb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN