Bagian 22

1894 Kata

Ahreum mengerutkan dahinya saat melihat nama Hae Ri tertera di layar ponselnya. Ia lalu melihat jam beker di atas nakas. Jam 11 malam. Ini aneh, Hae Ri tak pernah menghubunginya selarut ini. Ahreum segera menggeser tombol berwarna hijau dan mendekatkan ponselnya ke telinga. “Halo,” ucap Ahreum sesaat kemudian. Tak ada respons dari Hae Ri, yang terdengar hanya suara sahabatnya sedang menghela napas. “Apa terjadi sesuatu padamu?” tanya Ahreum khawatir. “Apa kau tahu tentang Lee Chae Rin?” tanya Hae Ri. Ahreum menutup mulutnya dengan sebelah tangan. Dia kaget mendengar Hae Ri tiba-tiba menyebut nama Lee Chae Rin. Apa dia sudah tahu siapa itu Lee Chae Rin? “Kau sudah tahu siapa Lee Chae Rin?” tanya Ahreum. “Ya.” Ahreum memijit pelipisnya. Kepalanya tiba-tiba berdenyut. “Bagaimana kala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN