Ahreum tengah bersiap-siap, di baru saja menutup tokonya. In Ha bilang akan mengajaknya makan malam. Memang In Ha sering mengajaknya makan bersama, tapi Ahreum merasa ada yang aneh dengan pria itu hari ini. Sepertinya In Ha sedang merencanakan sesuatu. Drrttr... Ahreum melihat ponselnya. In Ha mengirim pesan. In Ha : Aku di depan tokomu. Ahreum mengerutkan dahinya. Biasanya In Ha akan langsung masuk ke dalam toko dan menyeretnya keluar, tapi hari ini pria itu hanya mengirim pesan bahwa dia ada di depan. Ahreum bergegas keluar. Dilihatnya mobil Sedan berwarna hitam terparkir di pinggir jalan depan tokonya. Ahreum segera menghampiri mobil itu dan masuk ke dalamnya. Begitu menjatuhkan pantatnya di kursi, Ahreum melongo melihat penampilan In ha malam itu. Dia mengenakan setelan jas berw

