Hae Ri duduk di balik meja kerjanya. Dia sedang mengecek beberapa sketsa yang sudah ia buat. Pandangan mata Hae Ri kemudian beralih pada botol bekas jus pemberian Jung Ha. Ia menatap botol itu cukup lama. “Kenapa botol ini terasa istimewa?” gumam Hae Ri menatap botol itu. Hae Ri beralih menatap keluar jendela kamarnya. Hujan turun deras malam itu, seakan langit tahu dia sedang bersedih. Seharian ini Jung Ha tak menghubunginya. Entah karena sibuk, atau mungkin Jung Ha sama sekali tak ingat padanya. Padahal dulu mereka selalu mengobrol hingga ketiduran. Hae Ri merindukan saat-saat itu. Saat-saat dia dan Jung Ha saling berkirim pesan dan saling menelepon. Bunyi dering dari ponselnya kemudian menyadarkan Hae Ri. Cepat-cepat Hae Ri meraih ponselnya. Dilihatnya nama Jung Ha tertera dilayar. H

