Tiga puluh empat

920 Kata

Trinity "Bang Satrio payah banget sih, gak bisa nyari Mas Bran dibawa kemana sama temennya," Komenku saat Bang Satrio ikut bergabung makan malam denganku dan Mbak Dwika. Wajah Bang Satrio yang terlihat lelah, mendadak jadi menyeramkan. Ia melempar pandangan putus asa ke Mbak Dwika. "Yaang, aku benar-benar udah gak kuat sama adekmu, sorry! Aku gak jadi makan." Ucap Bang Satrio, ia bangkit kembali. "Kenapa?" Tanyaku sebelum Bang Satrio meninggalkan ruang makan. "Dek, udah, gak usah!" Cegah Mbak Kika. "Apa? Kenapa?" Seruku. "Kamu seenaknya ngatain aku payah, padahal selama seminggu ini aku gak berhenti cari Bran! Kamu tahu? Aku ngerasa bersalah sama dia!" Suara Bang Satrio meninggi. "Ya itu kan urusannya Bang Satrio!" Bang Satrio membuang nafas panjang, "Aku selama ini ngehargain ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN