Trinity Aku ngantuk, tapi aku gak mau tidur, aku masih gemes mandangin ponakanku yang baru berumur 2 hari ini. Dia cantik banget, sumpah! Dan, dia mirip Bang Satrio. Bagus lah, Mbak-ku kan agak-agak, jadi anaknya mending ngikut suaminya deh daripada dia. "Tri? Balik ke hotel sana!" Titah Mbak Dwika. "Gak, masih mau di sini." "Nurut coba dek, sekali aja." "Iya, sana gih, bebas mau balik ke hotel atau ke rumah, istirahat, nanti ketemu di rumah aja pas pulang." Ujar Bang Satrio. Aku meliriknya sinis lagi males aku sama dia kalau diinget-inget. Cemberut, aku keluar meninggalkan mereka. Di luar, ada Mas Bran, berdiri di samping pintu kamar. "Ngapain?" Tanyaku. Ia hanya tersenyum. Okehh, dia balik jadi Bran yang pertama kukenal, Bran si patung manusia. Atau mungkin emang sikapnya gini ka

