Jangan Sia-siakan

1207 Kata

Jangan lupa votenya yahhh Selamat membaca Aqira segera menghapus air matanya berusaha menutupi luka mendalamnya. Secepat kilat mengubah raut wajahnya tersenyum pada Hans. Hans "Kak Hans.." panggilnya lagi. "Aqira, kau sedang apa di sini" menghampiri Aqira. "Ah.. aku sedang menikmati udara malam Kak.. Kak Hans kenapa bisa di sini?" "Hanya kebetulan lewat saja" lalu menatap wajah Aqira yang masih sembab habis menangis. " Kau menangis?" Aqira gelagapan lalu mengusap matanya yang masih sedikit basah. "Ti..tidak Kak, ini tadi kelilipan kena debu" "Hahaha.. kau ini lucu sekali mana ada debu malam malam begini" Hans tertawa geli "Kau berbohong, kau ada masalah? Apa karena suamimu lagi?" "Kak Hans..." lirih Aqira lalu menundukkan kepalanya begitu suaminya disebut. "Kemarin aku memb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN