Hari ini Aqira pulang lebih cepat dari biasanya, dikarenakan dosen yang mengampu hari ini sedang sakit. Aqira memutuskan pulang naik angkutan umum, karena supir yang mengantar jemputnya belum datang. Jika berangkat kuliah Aqira akan berangkat bersama Brian, dan siang akan dijemput supir. Sejak Aqira mulai masuk kuliah, Brian mencarikan seorang supir pribadi untuknya, sebenarnya Aqira menolak, tapi Brian bersikeras, dan selalu mengancam Aqira jika menolak. Aqira duduk di halte depan kampus yang selalu terlihat ramai, menunggu bus selanjutnya. Untung saja Aqira mendapat tempat duduk di sana, sehingga dia bisa terhindar dari hujan yang menerpa sedari pagi. Aqira memandang jalanan di depannya yang sudah dibasahi air hujan. Entah kenapa, setiap hujan turun, Aqira selalu teringat saat Brian

