"Maksudku, apakah Brian sudah berangkat kerja?" tanya Aqira penasaran. Walaupun keceriaannya sudah kembali, jujur saja, Aqira masih takut jika harus bertemu dengan Brian. "Sepertinya Tuan belum keluar sejak tadi Nona." jelas Bi Lusi. Aqira mengernyitkan keningnya, "Bukankah jam segini dia sudah berangkat, ini sudah sangat terlambat." "Maaf Nona. Selama Nona mengurung diri di kamar, Tuan Brian tidak pernah keluar rumah sama sekali. Tuan Brian sangat khawatir dengan keadaan Nona, bahkan Tuan selalu meminta saya untuk memantau kondisi Nona." Aqira tertegun mendengar penuturan Bi Lusi. Benarkah Brian mencemaskannya, pikirnya. "Apakah Nona masih takut dengan Tuan Brian?" tanya Bi Lusi ketika melihat raut kebingungan di wajah Aqira. "Mm.. jujur saja Bi, aku masih takut. Aku memang mencin

