Happy Reading Brian masih setia berdiri di depan pintu rumah Aqira. Beberapa kali dia memanggil Aqira agar membukakan pintu. "Sayang kumohon dengarkan dulu penjelasanku, kau salah paham sayang, tolong buka pintunya." Ini yang terakhir kalinya pria itu memanggil istrinya. Tapi tetap saja Aqira tidak membukakan pintu. Dengan perlahan Brian berbalik ingin meninggalkan rumah itu. Dia akan datang lagi besok, mungkin Aqira tidak ingin diganggu saat ini, pikirnya. Aqira yang sedari tadi duduk bersandar di pintu tidak mendengar suara Brian lagi. Aqira mencoba meluruhkan egonya, lebih baik dia membiarkan Brian menjelaskannya. Aqira membuka pintu rumahnya, melihat punggung Brian yang bersiap meninggalkan rumahnya. Hal itu membuat Aqira emosi, seperti itukah perjuangan pria ini untuk meyakink

