Bab 50 - END

2253 Kata

William dengan didampingi Armando dan Jeremia yang bersikeras ikut segera ke rumah sakit untuk mengidentifikasi mayat korban. Tak ada yang dapat dikenali, seluruh tubuh korban hangus. Hanya dari jam tangan saja mereka dapat mengenali kalau itu adalah mayat Jordan. Jeremia tidak dapat menahan dirinya lagi. Gadis itu berlari memeluk tubuh yang hitam gosong, tak peduli bau daging terbakar menyeruak memenuhi paru-parunya. Jeremia menangis keras di d**a mayat sampai akhirnya pingsan. William menunduk pilu. Pria itu mengusap air mata di sudut matanya menggunakan ibu jari dan jari telunjuk. William mendongak, mengusir sesak. Menoleh kala bahunya di tepuk seseorang dari belakang. Seorang petugas membungkuk hormat saat William berbalik. "Permisi, Pak. Selamat malam," sapa petugas pria itu ramah.

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN