William dengan didampingi Armando dan Jeremia yang bersikeras ikut segera ke rumah sakit untuk mengidentifikasi mayat korban. Tak ada yang dapat dikenali, seluruh tubuh korban hangus. Hanya dari jam tangan saja mereka dapat mengenali kalau itu adalah mayat Jordan. Jeremia tidak dapat menahan dirinya lagi. Gadis itu berlari memeluk tubuh yang hitam gosong, tak peduli bau daging terbakar menyeruak memenuhi paru-parunya. Jeremia menangis keras di d**a mayat sampai akhirnya pingsan. William menunduk pilu. Pria itu mengusap air mata di sudut matanya menggunakan ibu jari dan jari telunjuk. William mendongak, mengusir sesak. Menoleh kala bahunya di tepuk seseorang dari belakang. Seorang petugas membungkuk hormat saat William berbalik. "Permisi, Pak. Selamat malam," sapa petugas pria itu ramah.
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


