Jordan harus diopname di rumah sakit. Kondisi Jordan memang tidak parah, hanya saja tetap diperlukan istirahat total. Selama seminggu Jordan diharuskan rawat inap, selama itu pula Jeremia selalu di sisi Jordan menjaga pemuda itu. Jeremia bahkan izin tidak masuk sekolah selama Jordan belum sadar. "Aku membawakanmu pizza," ucap Jeremia lirih sambil tangannya mengeluarkan kotak pizza dari kantong plastik yang membungkusnya. "Aku tahu kau pasti bosan dengan makanan rumah sakit." Jeremia terus berceloteh tanpa menatap Jordan yang menatapnya dengan senyum. Wajah pemuda itu sudah tidak nampak pucat lagi. Rona merah sudah mulai mewarnai pipinya. Mungkin karena kulitnya yang terlampau putih, sehingga pipi Jordan kemerahan. Jeremia dulu sempat bertanya, tapi hanya dijawab Jordan dengan mengangkat

