Rumah sakit

842 Kata

Follow dulu ♥️ Seorang cowok terbaring lemah dengan selang infus dan bantuan pernapasan. Cowok yang tadinya sangat gagah itu sekarang nampak sangat lemah dan kelelahan. Namun seorang gadis terus duduk dikursi sembari menggenggam tangannya. Sesekali Adeera mengelus dan mengusap tangan itu. "Gausa nangis"sahut seseorang sembari mengangkat tangannya dan menghapus air mata Dira yang membasahi pipi putih nya. "Dia bakal bangun kan?" Kenzie mengangguk. "Iya"balas Kenzie. Dia tau kalau Bram bangun, dia hanya memiliki sedikit kesempatan untuk bersama Dira lagi. Namun setidaknya Kenzie berpikir Dira tidak bersedih. Lebih baik Dira bahagia bersama Bram daripada Dira bersedih dengannya. "Makan dulu, dari pagi belom makan"Dira menggeleng kan kepala nya. "Gaboleh gitu, makan ya?" Kenzie menata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN