Andin menelan ludahnya dalam-dalam, ia juga berat hati mengatakan ke Beni kalau dirinya akan kuliah ke luar kota. “Em.. iya, Kak. Bisa jadi aku akan kuliah di luar kota karena peluang lolos disana cukup besar,” ucap Andin. “Ya sudah tidak apa-apa, lah. Semoga kamu bisa mengejar cita-citamu dengan sungguh-sungguh. Oh ya, cita-cita kamu apa Din kalau boleh tau?” tanya Beni. “Apapun yang berhubungan dengan kuliah, kak. Lebih tepatnya bereskperimen di dalam laboratorium,” jawab Andin tegas. “Oh baik lah,” pungkas Beni. Pada hari itu, Beni menutup pembicaraan pada Andin. Beni kembali duduk di sudut ruang kamarnya yang bernuansa cokelat itu. Beni memikirkan cara bagaimana agar dirinya tetap bisa mengembangkan media yang baru saja ia bangun. “Hmm, aku berada di dalam masa dimana harus

