Tania tersenyum saat melihat siluet Delon semakin dekat berjalan ke arahnya. Tak pernah dia jatuh cinta sedalam ini hingga membuatnya tergila-gila. Faktanya tak perlu banyak minum vodka untuk bisa mabuk. Buktinya setiap dia ada di dekat Delon, pria itu berhasil membuatnya mabuk. Delon tertawa seraya merangkul Tania. Baru kali ini dia bertemu dengan perempuan seperti Tania, perempuan yang paling jujur dengan perasaannya sendiri, tak gengsi mengakui perasaan dan cintanya pada Delon. Tania mendongak. Delon tak tahu saja dia dulu seperti apa. Dulu dia adalah kebalikan sekarang. Dulu dia adalah orang yang paling gengsi mengakui perasaannya. “Penghulunya datang.” Dimas berlari dari luar. Tania melebarkan senyum, saat Delon melepaskan genggaman tangannya seraya berujar, “Beberapa menit la

