Tania Bab 20

1329 Kata

Tania membaringkan tubuhnya di kasur. Belum sampai 20 menit dia sudah mendapat panggilan dari orang yang baru saja pergi meninggalkan pekarangan rumah.  “Apa?” [Aku lupa nanya, kamu mau aku jemput jam berapa?] Iya, Tania baru ingat, besok adalah weekend, dan tidak ada kata libur untuk pemilik kafe, sepertinya. “Aku jam 8 ke kafe. Jam 8 malam pulang dari kafe,” jawabnya singkat.  [Oke, sampai ketemu besok.] “Iya.” Hampir saja Tania mematikan telepon, tapi Reza segera berujar, [Jangan dulu di matiin.]  “Apa?”  [Aku cuma mau bilang, selamat istirahat. Jangan tidur terlalu malam.] “Terima kasih.” [Kembali kasih.] Sambungan terputus.  Reza memang kesulitan membuat Tania tersenyum. Tapi, dia harus mencobanya, bukankah membuat perempuan tersenyum itu mudah. Jika yang lain lebih suka di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN