Delon berhenti di depan sebuah rumah sederhana, persis seperti sebuah rumah singgah. Sebelum ke tempat ini Delon sempat mengajak Tania memborong es krim di minimarket terdekat. Tania tak banyak bertanya, karena bertanya pun Delon tak akan memberinya jawaban. Pria itu memang lebih suka membuat Tania penasaran. Tepat di dekat pagar, ada plang bertuliskan ‘panti asuhan pelangi’. Pohon jambu air menjatuhkan daun-daun yang sudah menguning terbawa angin. Anak-anak kecil menghambur berlari menyambut kedatangan Delon. “Ada bang Delon,” teriak mereka bersahutan. Delon berjongkok dan merentangkan tangan, menyambut hangat tubuh kecil mereka. Baik anak laki-laki, maupun anak perempuan semuanya menyukai Delon. Tania tersenyum kecil. Pemandangan yang tidak pernah dia lihat sebelumnya. Dia sem

