Tania Bab 18

1138 Kata

Setelah penangkapan Mami Inne dan anak buahnya. Klub resmi ditutup. Kini Delon bisa tidur dengan teratur. Dia tidak menyesali semuanya. Sesekali dia datang ke lapas untuk menjenguk Mami Inne. Meski, dia selalu mendapat amukan dari Mami Inne, dia tak pernah kapok.   “Apa kabar Mi?”  “Jangan menanyakan kabar,” ketusnya.  Delon menghela napas. “Maaf Mi.”  “Maaf kamu tidak cukup Delon. Kamu telah menghancurkan semuanya.” Delon menelan ludah. Dia mengangguk pasrah.   “Kamu harus siapkan pengacara pokoknya, titik! Mami nggak mau tahu.”  “Delon nggak bisa Mi. Ada baiknya Mami menjalani hukuman. Delon pulang.” Delon beranjak dari duduknya. “Jadilah warga binaan yang baik ya, Mi,” pesannya. Kemudian dia melenggang pergi, meninggalkan Mami Inne yang sedang marah.  Tania menunggunya di mobil.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN