Usai salat Magrib, Namira dan Daniel menyampaikan rencana dinner pada Bianca. Gadis itu sangat antusias mendengarnya meski ia tak ikut makan malam bersama mereka. "Kamu ... kamu gak mau ikut kami, Bi?" tanya Namira meringis. Bianca tersenyum manis, menggelengkan kepala. "Enggaklah, Mih. Namanya juga dinner, makan malamnya berdua dong," jawab Bianca mengerti. Ia tak ingin mengganggu dinner yang akan dilakukan ibu sambungnya dan juga papahnya apalagi Bianca pun tahu kalau makan malam itu baru dilakukan oleh mereka. Ia tak mau mengganggu. "Ya udah deh, kalau gitu aku sama papahmu mau berangkat sekarang, ya?" ucap Namira melirik pada Daniel yang duduk di sampingnya. Bianca menganggukkan kepala, tersenyum bahagia. Namira dan Daniel mengganti pakaian lebih elegan dan formal. Malam ini, N

